Dirjen Kekayaan Intelektual: Protokol Madrid Sistem Menguntungkan Bagi Pemilik Merek Yang Punya Visi InternasionalDirjen Kekayaan Intelektual: Protokol Madrid Sistem Menguntungkan Bagi Pemilik Merek Yang Punya Visi Internasional

27 Februari 2019 Dirjen Kekayaan Intelektual Protokol2   27 Februari 2019 Dirjen Kekayaan Intelektual Protokol    

Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Freddy Harris menyambut baik peluncuran booklet tentang permohonan Merek melalui sistem Protokol Madrid  yang berjudul “Protokol Madrid: Jalur Menuju Pencitraan Merek Global”. Penyusunan booklet yang diprakarsai oleh European Union Intellectual Property Organization (EUIPO) ini berguna sebagai panduan praktis untuk wirausaha Indonesia.

“Protokol Madrid merupakan sistem baru di Indonesia dan diperlukan pemahaman dalam mekanisme pendaftarannya. Maka dalam kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada EUIPO yang telah menginisiasi penyusunan booklet ini,” ujar Freddy Harris saat membuka acara peluncuran booklet Protokol Madrid di Hotel JS Luwansa, Rabu (27/2/2019).

Menutur Freddy Harris, melalui Protokol Madrid, pendaftaran merek yang barang akan dijual (ekspor) di luar negeri bisa dilakukan di dalam negeri. Selain menghemat biaya, waktu yang dibutuhkan untuk mendaftar pun bisa lebih singkat karena semua proses dilakukan di Indonesia.

“Saya yakin Protokol Madrid adalah sebuah sistem yang menguntungkan untuk pemilik merek yang memiliki visi Internasional,” ucap Feddy Harris.

Sistem ini menyediakan prosedur pendaftaran secara efisien dan transparan, memberikan insentif bagi pemilik merek luar negeri untuk berinvenstasi di Indonesia. Selain itu, Aksesi Protokol Madrid juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut menikmati infrastruktur kekayaan intelektual global yang dapat mendukung penguatan ekonomi nasional  dan mendorong investasi.

 

Jakarta – Director General of Intellectual Property (Dirjen KI) Freddy Harris welcomed the launch of a booklet on the application of Trademarks through the Madrid Protocol system entitled “Madrid Protocol: The Path to Global Brand Imaging”. The preparation of booklets initiated by the European Union Intellectual Property Organization (EUIPO) is useful as a practical guide for Indonesian entrepreneurs.

“The Madrid Protocol is a new system in Indonesia and understanding is needed in the mechanism of registration. So on this occasion I expressed my highest appreciation to EUIPO for initiating the preparation of this booklet, “said Freddy Harris when opening the launch of the Madrid Protocol booklet at JS Luwansa Hotel, Wednesday (02/27/2019).

Speaking Freddy Harris, through the Madrid Protocol, registration of brands that goods will be sold (export) abroad can be done domestically. In addition to saving costs, the time needed to register can also be shorter because all processes are carried out in Indonesia.27 Februari 2019 Dirjen Kekayaan Intelektual Protokol2   27 Februari 2019 Dirjen Kekayaan Intelektual Protokol    

Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Freddy Harris menyambut baik peluncuran booklet tentang permohonan Merek melalui sistem Protokol Madrid  yang berjudul “Protokol Madrid: Jalur Menuju Pencitraan Merek Global”. Penyusunan booklet yang diprakarsai oleh European Union Intellectual Property Organization (EUIPO) ini berguna sebagai panduan praktis untuk wirausaha Indonesia.

“Protokol Madrid merupakan sistem baru di Indonesia dan diperlukan pemahaman dalam mekanisme pendaftarannya. Maka dalam kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada EUIPO yang telah menginisiasi penyusunan booklet ini,” ujar Freddy Harris saat membuka acara peluncuran booklet Protokol Madrid di Hotel JS Luwansa, Rabu (27/2/2019).

Menutur Freddy Harris, melalui Protokol Madrid, pendaftaran merek yang barang akan dijual (ekspor) di luar negeri bisa dilakukan di dalam negeri. Selain menghemat biaya, waktu yang dibutuhkan untuk mendaftar pun bisa lebih singkat karena semua proses dilakukan di Indonesia.

“Saya yakin Protokol Madrid adalah sebuah sistem yang menguntungkan untuk pemilik merek yang memiliki visi Internasional,” ucap Feddy Harris.

Sistem ini menyediakan prosedur pendaftaran secara efisien dan transparan, memberikan insentif bagi pemilik merek luar negeri untuk berinvenstasi di Indonesia. Selain itu, Aksesi Protokol Madrid juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut menikmati infrastruktur kekayaan intelektual global yang dapat mendukung penguatan ekonomi nasional  dan mendorong investasi.

 

Jakarta – Director General of Intellectual Property (Dirjen KI) Freddy Harris welcomed the launch of a booklet on the application of Trademarks through the Madrid Protocol system entitled “Madrid Protocol: The Path to Global Brand Imaging”. The preparation of booklets initiated by the European Union Intellectual Property Organization (EUIPO) is useful as a practical guide for Indonesian entrepreneurs.

“The Madrid Protocol is a new system in Indonesia and understanding is needed in the mechanism of registration. So on this occasion I expressed my highest appreciation to EUIPO for initiating the preparation of this booklet, “said Freddy Harris when opening the launch of the Madrid Protocol booklet at JS Luwansa Hotel, Wednesday (02/27/2019).

Speaking Freddy Harris, through the Madrid Protocol, registration of brands that goods will be sold (export) abroad can be done domestically. In addition to saving costs, the time needed to register can also be shorter because all processes are carried out in Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di News & Articles. Tandai permalink.